Sertifikasi Industri Sistem Keamanan di Indonesia

Dilansir dari www.wartaekonomi.co.id,

ilustrasi dari Magic Security Indonesia

Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo) mengungkapkan perlunya dilakukan sertifikasi industri sistem keamanan (security system seperti mesin absensi, akses pintu modern, parking system dll), baik terhadap produk maupun sumber daya manusia.

Dewan Penasehat Aiskindo, Darwin Lestari Tan, mengatakan bahwa selama ini industri keamanan belum ada pendidikan resmi atau khusus seperti jurusan lain misalnya teknik sipil atau arsitektur. Banyak sekali yang berkecimpung di bidang keamanan berasal dari berbagai bidang seperti teknologi informasi (TI), elektronik, dan sebagainya.

 “Jadi perlu standardisasi kompetensi. Sebenarnya negara sudah membuat sertifikasi profesi, namun di bidang security ini belum ada. Karena di Indonesia masih belum jelas apakah sistem keamanan ini bidang ilmu sendiri atau masuk digolongkan ke bidang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Aiskindo akan meyakinkan bahwa memang industri sistem keamanan itu berbeda tidak bisa digolongkan menjadi TI atau elektronik.

Darwin mengungkapkan ada tiga bidang yang akan disertifikasi yaitu certified intruder alarm engineer di bidang Security Alarm, dan Certified IT Surveillance Engineer yaitu pemasangan mesin absensi dan cctv yang berbasis IP (Internet Protocol).

Selain itu, certified network control engineer yaitu bagaimana memasang akses kontrol seperti kunci-kunci elektronik, kontrol dengan kartu, ibu jari, maupun wajah.

“Ini adalah suatu gerakan di mana kita membangkitkan awareness atau kesadaran bahwa sertifikasi ini penting,” katanya.

Darwin menekankan betapa pentingnya sertifikasi karena ilmu sistem keamanan ini sudah berdiri sendiri. Ia mencontohkan di salah satu universitas di Australia memiliki jurusan security science dengan jenjang S2 sampai S3. Sementara di Indonesia belum ada jurusan formalnya.

Sementara itu Ketua Umum Aiskindo, Stefanus Ronald Juanto dunia security memerlukan satu standardisasi pengetahuan yang memadai yang bisa disebut profesional di bidang tersebut.

Terkait dengan hal itu, Aiskindo menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Tangerang, Banten, pada 22 Maret 2019. Dalam Rakernas yang diikuti 100 peserta tersebut digelar kegiatan pelatihan, ujian, dan sertifikasi. Peserta yang lulus mendapat sertifikasi sebagai pembuktian atas keahlian yang dimiliki.

Senin, 25 Maret 2019

www.wartaekonomi.co.id

Artikel Terkait